Akika kali ini dapat kesempatan melihat sisi kekayaan lain dari apa yang dimiliki pulau yang terpisah dari Sulawesi ini...Setelah keindahan alam yang dimiliki membuat akika sukses tercenganng dan tidak sadarkan diri selama beberapa hari..*lebay.. sekarang mencoba membuka sisi Human Interest yang dibalut dengan budaya yang dibumbui dengan hal mistik...Setiap daerah mempunyai tradisi menolak bala..masing-masing punya cara dan menyakralkan suatu tempat yang dianggap sangat keramat..sehingga setiap melakukan ritual tolak bala tersebut harus ditempat itu...seperti halnya yang akika liat di Kep. Selayar ini..tepatnya di Desa Tenro...oia, jika ingin melihat keaslian budaya Selayar akika sarankan berkunjung ke tempat ini...sampe-sampe dibuatkan lagu...yang liriknya "Tenro Tana Adat"...ada beberapa tradisi unik yang dimiliki tempat ini..diantaranya yang akika tau yaitu Ka'ra Pandang dimana tradisi yang dilakukan saat Maulid nabi Muhammad SAW dan yang paling sakral adalah "dinging-dinging" dimana ritual ini tujuannya adalah menolak bala.."Dinging-Dinging" ini setiap tahun dilaksanakan di Tenro ini..dimana akika liat ada 7 perempuan yang akan mengambil air di sumur yang disakralkan yang jarak sumur tersebut kurang lebih 1 km dari desa Tenro...sebenranya dekat seh dari kampung...namun yang bikin keringatan sampe celana dalam pun basah adalah turunan dan tanjakannya yang kereeeen..jadi bisa dibayangkan setengah matinya akika lari-lari mencuri moment karena setelah 7 perempuan yang mengambil air kemudian mengisinya dalam bejana yang dijunjung dikepalanya itu..mereka tidak boleh sama sekali bicara..apa lagi cuman "Say Hai"..karena kalau ada salah satu dari 7 orang itu bicara maka akan diulang mengambil air tersebut disumur itu...hmmmm...rempongkan...
Di tempat dimana air itu diambil mulai tercium aroma mistik..Apa lagi suasana hutan dimana sumur itu berada bikin bulu kudu akika merinding...seandianya tim Dua Dunia kesini kayanya cocok jadi tempat uji nyali..Selama diperjalanan dari kampung ke sumur begitu pun sebaliknya..7 perempuan kampung ini diiringi dengan 2 anak yang tak hentinya memainkan gendangnya sehingga menambah kesan mistik dari tradisi ini..belum lagi dupa yang dibawah oleh perempuan yang paling depan...awalnya seh belum terlalu misitk seh...tapi pas sesampai di sumur itu...dan para 7 perempuan itu mulai gak bicara dan perempuan yang paling depan yang akan mengisi air mulai kerasukan...*akika mulai melambai kekamera..tanda nyerah..ditambah lagi suara gendang dari dua anak tadi...
Setelah semua bejana terisi ritual silent pun dimulai...jangan harap kalau hadir disana Jij akan dibalas sapaan..karena ini adalah pantangan..gak bisa ngomong selama perjalanan pulang sampe naik ke rumah dimana mereka 7 perempuan itu mulai jalan....sebenarnya ada tradisi lanjutan malamnya namun berhubung tempat akika ngorok dengan tenro jauh..yaaah akika cuman dapat acara siangnya...hehehehe...jadi kalau jij suka budaya dan pantai tidak salah kalau milih Selayar sebagai kunjungan setelah Toraja..masih banyak kok tempat unik di selayar yang akika belum sempat datangin...contohnya kampung tua yang ada di Bitombang.

No comments:
Post a Comment