Ketika kapal merapat diPulau Tinabo, barulah dapat dimengerti mengapa orang Makassar menamainya “taka bonerate” atau karang diatas hamparan pasir putih. Di bawah teriknya matahari, pasirnya yang sehalus tepung dan seputih bedak memantul dan membakar kulit dengan sempurna. Di bawah hijau-birunya air yang jernih, perairan yang ditempuh sekitar 6-7 jam naik kapal kayu dari Pulau Selayar, Sulawesi Selatan ini menawarkan taman bermain bagi para pecinta wisata bahari lewat keragaman karang dan biota lautnya.
Pulau Tinabo terletak di Taka Bonerate, kepulauan disisi selatan semenanjung Sulawesi dan Pulau Selayar yang dijuluki “KepulauanMacan“ karena konon kapal-kapal yang memasuki kawasan ini sering tidak bisa keluar karena terperangkap dihamparan karang, sehingga bagai masuk kemulut macan. Merupakan terumbu karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Atoll Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Atol Suvadiva di Maladewa, siapa pun akan dibuat terpesona dengan kecantikan alam bawah lautnya. Seluas total 530.765 hektar, diperairan inilah rumah bagi empat jenis penyu, 233 spesies terumbu karang, 362 jenis ikan karang, 216 jenis moluska, selain sering dilewati oleh rombongan lumba- lumba dan paus.
Untuk menuju surga memang tidak mudah karena dibutuhkan perjalanan panjang. Namun semua penat dan setiap tetes keringat akan terbayar begitu kapal merapat di Pulau
Tinabo, satu-satunya pulau di kawasan Taka Bonerate yang memiliki fasilitas penginapan untuk pengunjung dan penyewaan peralatan snorkeling maupun scuba diving. Mata akan disuguhi pemandangan hamparan pulau kecil yang rimbun ditumbuhi pohon kelapa. Disarankan berkunjung antara bulan Mei hingga Oktober ketika ombak sedang tenang-tenangnya, sehingga perjalanan menggunakan kapal lebih nyaman.

Selain menikmati keindahan alam bawah laut dengan snorkeling atau scuba diving, kawasan Taka Bonerate juga menawarkan pemandangan matahari terbit maupun terbenam yang menakjubkan, selain eksotisme perkampungan suku Bajo. Jauh dari hiruk-pikuk, termasuk sinyal telepon selular, menghabiskan beberapa hari di Pulau Tinabo dan sekitarnya adalah pilihan untuk melarikan diri dari rutinitas.



No comments:
Post a Comment