Tuesday, February 5, 2013

Hidup Dari Ketidak Prihewani.


dengan perantara kamera memang bisa melihat jiwa sesuatu itu apa yang ingin dia sampaikan.. dan itu memang benar apa dan yang aku rasakan selama ini..entahkah itu mahluk hidup atau benda itu mati...setiap aku memotret objek itu sepertinya ingin menyampaikan sesuatu...ingin bercerita..berbagi..atau istilah kerennya curhat...entahkah itu kesedihannya..ataukah kegembiraan, kepolosan..kemalu-maluan...atau bahkan Penderitaan yang dia rasakan selama ini...memang betul "kemera" itu "Jendela Jiwa"...ini contoh kasus yang akika ingin sampaikan..yang kalau secara mata kasar atraksi ini memang sesuatu yang menghibur tapi disisi sang aktor adalah penyiksaan yang 
sebenarnya penderitaan yang deseh rasakan..."Topeng Monyet"...awal ketertarikan akika untuk mengambil gambar hiburan rakyat ini adalah melihat dari sisi Human Interestnya...namun lama kelamaan ada keganjilan dari apa yang dilihat oleh mata kamera akika..kamera ini lain yang dia sampaikan..ada unsur lain..seperti..penyiksaan, kesedihan, keinginan bebas, dan tentunya kelaparan serta ketakutan yang tiada tara...memang ini suatu keberlanjutan hidup bagi yang melakoninya sebagai pawang namun disisi lain adalah suatu penyiksaan mahkluk hidup yang tak bisa berbuat banyak...ini jelas terlihat dari mata sang monyet apa yang diderita dan keterpaksaan yang deseh rasakan...teman bisa mungkin rasakan kalau rante yang ada dilehernya itu adalah suatu senjata yang memaksanya harus nuruti permintaan si pawang..rante yang menyerupai gelang sehingga kalau si pawang menarikanya maka leher si monyet akan sakit..sehingga mau tak mau untuk tidak sakit si monyet harus nuruti kemauan si pawangnya..belum lagi kelaparannya..sungguh suatu penyiksaan...coba jika dibalik apa yang anda rasakan...saya yakin anda pasti tidak mau....namun inilah kehidupan segala cara dilakonin demi sesuap nasi dan sebongkah berlian...*kok nyanyi yah..dan kembali lagi ini curhatan apa yang dicoba tangkap oleh mata kamera akika dan tentunya pendapat kembali ke masing-masing pribadi menilainya...


Jelajah Kota Palu


        Tuhan memang menyayangi ummatnya, termasuk ummatnya yang ganteng ini..*hmmmm..kali ini akika diberi kesempatan kabur dan mencicipi indahnya Sulawesi bagian tengah tepatnya di Palu dan Donggala-Tanjung Karang.sebelum saya lanjutkan cerita saya..saya pengen berterima kasih dulu buat sdri. Nuri yang telah menghibahkan tiketnya kepada saya walau pun sampe dibandara petugas pemeriksa tiket heran liat saya..mungkin diotak kecilnya itu berpikir "ko di tiket jenis kelaminnya perempuan, aslinya cowok"..saya pura-pura aja bodoh..yaaa..seperti biasa keluar jurus ongol-ongol..jawabnya aaaa..uuu..aauuu aja sambil muka dihiasi dengan kepolosan..dan alhasil akika lolos..

Maka dari sinilah lanjutan petualangan saya kurang lebih 3-4 hari di negeri Kaledo bersama si Maya ..saking nekatnya berangkat ke Palu kami berangkat pas lusanya mau lebaran haji...hahahaha..sudah bisa ditebak kami lebaran Haji di Negeri Kaledo...nyaaaaaaaaamiii... Sesampai dibandara dijemputlah kami ama adeknya teman yang baik hati, si Tiwe. Setelah mengisi kampung tengah maka lanjutlah perjalanan menuju kos-kosan Tiwe, karena motor cuman satu maka kami jalan kaki, iseng- iseng berhadiah sambil menikmati kota Palu karena pikiran kami jarak antara Bandara dan tempat kos-kosannya tidak jauh, dan tentunya penonton sudah bisa nebak, kami akhirnya melambaikan tangan ke kamera tanda kami menyerah, maka datanglah si adeknya Tiwe jemput kami satu persatu..*menyusahkan..hahahaha..

Setelah istirahat petualangan pertama langsung ke Tanjung Karang yang konon katanya tempat favorit nyelamnya si vokalis Slank Kaka dan spot diving andalan di Sulawesi Tengah. Berangkatlah kami berempat dengan mengendarai motor ke Tanjung Karang-Donggala, jarak tempuh kira-kira 1-2 jam, sepanjang jalan disuguhi panorama pantai. Tak terasa sampelah kami diresort yang Tiwe maksud..Prince John Dive Resort, tempatnya nyaman, divingnya bisa beach entry dan tentu guidenya asyik..om Amin namanya..tanpa berlama-lama..yuuuuuuk diviiiiiing...asyyyk

Setelah menyelami indahnya Tanjung Karang, besoknya kami menjelajah gunung dan menyusuri sungai mencoba mengembalikan jiwa rimbawanku yang hampir karatan karna digerus oleh asinnya laut guna bertemu Air Tejun Wera. Tak sia-sia perjuangan kami selama 1 jam lebih menyusuri sungai dan menaiki punggung gunung yang terjal didepanku terpajang dengan indahnya air terjun bersusun dua...subhanallah..


Setelah puas menikmati indahnya Air Terjun Wera sekarang menikmati indahnya malam kota Palu. Beruntung lagi karna untuk melihat kota Palu dari ketinggian gak perlu lari ke bukit tinggi cukup naik ke tower milik Stasiun TVRI-Palu dan tentunya berkat adeknya si Tiwe yang punya teman yang kerja disana..hheheheehheheh

Akhirnya petualanganku di Kota palu yang cantik ini berakhir dan tentunya ada acara traktiran ama teman letting yang kebetulan kerja disana..thanks La Emi..dan tak lupa buat keluarga Tiwe yang uda saya susahi selama disana...jangan bosan yaah kalau saya datang lagi..hahhahaha...




Surga Fotografer..


























Menginjakka kaki di negeri berlayar ini sungguh suatu pengorbanan dan usaha yang lebih..karena selain terbilang terpencil juga terkendala dengan musim yang sangat ekstrim..entah itu musim timur bahkan musim barat..tapi diantara musim itu ada celah menikmati Indahnya Negeri 1000 Sunset dan Landscape ini...menurut saya inilah surga bagi pencinta photography landscape pantai dan underwater....



Negeri Sejuta Landscape...Surga Bagi Photografer...











DI BAWAH TERIK MATAHARI TAKA BONERATE


   Ketika kapal merapat diPulau Tinabo, barulah dapat dimengerti mengapa orang Makassar menamainya “taka bonerate” atau karang diatas hamparan pasir putih. Di bawah teriknya matahari, pasirnya yang sehalus tepung dan seputih bedak memantul dan membakar kulit dengan sempurna. Di bawah hijau-birunya air yang jernih, perairan yang ditempuh sekitar 6-7 jam naik kapal kayu dari Pulau Selayar, Sulawesi Selatan ini menawarkan taman bermain bagi para pecinta wisata bahari lewat keragaman karang dan biota lautnya.
Pulau Tinabo terletak di Taka Bonerate, kepulauan disisi selatan semenanjung Sulawesi dan Pulau Selayar yang dijuluki “KepulauanMacan“ karena konon kapal-kapal yang memasuki kawasan ini sering tidak bisa keluar karena terperangkap dihamparan karang, sehingga bagai masuk kemulut macan. Merupakan terumbu karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Atoll Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Atol Suvadiva di Maladewa, siapa pun akan dibuat terpesona dengan kecantikan alam bawah lautnya. Seluas total 530.765 hektar, diperairan inilah rumah bagi empat jenis penyu, 233 spesies terumbu karang, 362 jenis ikan karang, 216 jenis moluska, selain sering dilewati oleh rombongan lumba- lumba dan paus.

Untuk menuju surga memang tidak mudah karena dibutuhkan perjalanan panjang. Namun semua penat dan setiap tetes keringat akan terbayar begitu kapal merapat di Pulau
Tinabo, satu-satunya pulau di kawasan Taka Bonerate yang memiliki fasilitas penginapan untuk pengunjung dan penyewaan peralatan snorkeling maupun scuba diving. Mata akan disuguhi pemandangan hamparan pulau kecil yang rimbun ditumbuhi pohon kelapa. Disarankan berkunjung antara bulan Mei hingga Oktober ketika ombak sedang tenang-tenangnya, sehingga perjalanan menggunakan kapal lebih nyaman.


Selain menikmati keindahan alam bawah laut dengan snorkeling atau scuba diving, kawasan Taka Bonerate juga menawarkan pemandangan matahari terbit maupun terbenam yang menakjubkan, selain eksotisme perkampungan suku Bajo. Jauh dari hiruk-pikuk, termasuk sinyal telepon selular, menghabiskan beberapa hari di Pulau Tinabo dan sekitarnya adalah pilihan untuk melarikan diri dari rutinitas.






Pulau Mungil di Selatan Taka Bonerate


Hari begitu panas, matahari pun lagi lucu-lucunya.sembari berbaring dibawah pohon kelapa yang hembusan anginnya membuat mata ini gangguan sehingga dayanya turun jadi 5 watt..antara sadar dan tidak sadar..akika mendengar ada yang memanggil namaku...ah, mungkin itu cuman ilusi saja..cieeee..lanjut memadamkan mata 5 wattku ini...tapi panggilan itu semakin mendekat dan akhirnya pemilik suara itu membangunkanku, sambil berkata...Eee,Mauko ke Lantigiang???...saya pun mencoba membuka mata yang hampir koslet ini dan coba mefokuskan lensa mataku kewajah yang berani membangunkanku, coba tebak siapa yang bangunkan??? pasti tidak tau, iyaakan..hahhahah..langsung saya jawab aja deh, dari pada jawabannya saya tunggu sampe tahun gajah lagi,,jawabannya yang benar adalah Sang Masinis KM. Manggala Tirta yang tersohor itu..dia adalah Om Aliiii, orangnya baik dan tentunya cakep dunk *ada yang naksir nanti akika sampaikan...sambil kucek-kucek mata yang hampir membuat ee mata saya pun berusaha mencerna apa yang barusan dia sampaikan kesaya...terpaksa om Alii yang baik hati mengulang pertanyaanya *maklumlah akikakan lama nyelam jadi agak budek,.hahaha..Eh,Mauko ke Lantigiang??? saya pun tidak percaya dan hampir tidak sadarkan diri *lebay..Mau dunk Om..jawabku sambil dalam hatiku lompat kegirangan..seandainya om Alii blom punya istri langsung saya ciuum.

Singkat pun cerita berangkatlah kami, dari pulau Jinato kira-kira sekitar 15 menitlah kepulau Lantigiang, dekat kok dari Jinato kita sudah bisa melihat Pulau Lantigiang yang hmmmmmmmm...nanti aja deh liat fotonya.
Secara administratif Pulau Latigiang ini masuk dalam pemerintahan Desa Jinato, Pulaunya tidak didiami oleh masyarakat, pasirnya putih seperti tepung, airnya jernih dan asyik bersnorkel, luasnya kira-kira antara 10 - 15 Hektar dalam 15- 30 menit kita sudah mengitari pulau mungil ini.
 
Tempat ini sangat cocok untuk berkamping dimana kalau sore kita bisa melihat sunset, malam akan melihat taburan bintang di angkasa, dan tentunya pagi kita akan melihat indahnya sunrise dan jika beruntung akan melihat sahabat laut kita Si Penyu bertelur. Berwisata ke pulau ini dijamin akan menghilangkan strees, pulau ini serasa milik pribadi dan jika pencinta olah raga underwater, tidak jauh dari pulau Lantigiang itu ada spot diving yang lumayan keren, yaitu Jinato Wall Paradise.


Surga dunia di Pulau Selayar..




Keindahan Kep.Selayar dengan pesona alamnya tidak akan ada habisnya diperbincangkan dan tentunya ini belum termasuk perbincangan atoll ke tiga terbesar dunia itu..Taka Bonerate..Kali ini saya coba menyuguhkan salah satu tempat favorit saya di Kep.Selayar ini..lokasinya tak jauh dari ibu kota Kep.Selayar Benteng..Karena lokasih ini terpisah dari pulau utama Selayar maka untuk kesana kita harus menempuh dengan menggunakan perahu yang disewakan oleh masyarakat..yaitu "Liang Kareta"..mula - mula jalan darat dulu dari Benteng ke tempat penyewaan perahu yaitu di perkampungan nelayan "Padang" dan merupakan tempat wisata sejarah namun kali ini saya tidak menceritakannya..nah, dari "Padang" inilah memulai perjalanan laut menuju "Liang Kareta"..kira-kira 1/2 jamlah ke tempat itu..di Liang Kareta ini selain menikmati indahnya pantai yang mungil..kita juga bisa menikmati indahnya terumbu karang dengan snorkeling..seharian disana tidaklah membosankan..karena di sore hari mata kita akan dimanjakan dengan indahnya sunset ditebing "Liang Kareta"....Ini salah satu tempat terfavorit dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata pantai yang menarik di Kep. Selayar ini...

Pulau 1000 sunset ? Selayaaarrr....


Tak ada dalam pikiranku ataupun dalam benakku akan terdampar di negeri yang cantik ini...awalnya terdamparku ke negeri anta baranta ini adalah suatu keterpaksaan dan memang harus dan mau tak mau harus diterima..jadi yaaah gitu akika jalani..namun seiring waktu dan mendengar kata-kata orang pintar..yang pintar ngomong aja tapi kalau dia rasakan mungkin akan menangis kecil..yang katanya pekerjaan itu harus dinikmati..yaa..betul saya terdampar dinegeri ini tuntutan pekerjaan...ingat bukan buka salon...hahahhaha...singkat cerita akhirnya akika menemukan hobi baru yang cukup membuat tugasku jadi menyenangkan walaupun ke lapangan cukuplah nyawah taruhan..hmmmm..tapi kok bahas pekerjaan yaa...xixixixi...*sampe mana tadi??..oia,akhirnya hobiku moto semakin gila..maka setiap jalan di negeri yang kujuluki "Negeri 1000 Landscape dan 1000 Sunset" ini saya selalu membawa kamera tersayang..cukup disayangkan negeri yang cantik ini tidak terframe dengan apik..akhirnya hampir setiap sore saya] mendokumentasikan sunset namun belum semua tempat terdokumentasikan..masih banyak..namun cukup kayanya kalau foto diatas menceritakan Indahnya Negeri 1000 sunset ini...oia,foto lokasi diatas ada yang saya ambil di Pulau Tinabo-Taka Bonerate dan sepanjang sisi barat pulau besar Selayar....


                                       

foto di atas pun saya ambil di tempat yang sama ..